Pengajian Manis (Majelis Annisa) Desember 2018

Assalamu’alaikum Muslimah, 

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabatnya. Bulan ini Manis mengadakan pengajian dengan tema Makanan Halal, bertempat di kediaman Mbak Detty Jansen.  

Hidup di negara dengan penduduk mayoritas non-muslim menjadi tantangan tersendiri bagi umat Islam untuk mencari makanan halal. Makanan halal merupakan unsur penting bagi umat Islam untuk menjaga ibadah kita kepada Allah SWT. Selain itu, makanan halal merupakan salah satu faktor terkabulnya doa. Pada pengajian kali ini, Mbak Yosi bersedia menyempatkan waktunya untuk berbagi ilmu mengenai titik kritis dalam menentukan apakah makanan yang kita makan halal atau tidak. Titik kritis sebuah produk salah satunya dapat dilihat dari zat aditif yang digunakan seperti pewarna yang terdapat pada permen dan coklat; gelatin yang terdapat pada kue, eskrim, dan yoghurt. Pewarna makanan yang bersumber dari rambut manusia dan hewan yang jelas diharamkan dalam Islam jelas tidak dapat dikomsumsi. Begitu juga dengan gelatin yang berfungsi sebagai zat pembuat gel. Kita sebagai muslim perlu mengetahui sumber gelatin tersebut apakah halal atau tidak. Selain itu, kita juga perlu mengetahui proses pembuatan makanan yang akan dikonsumsi. Bila misalnya jika dalam membuat makanan tertentu dibutuhkan khamr seperti arak, sake, mirin atau wine kita tentu tidak boleh memakannya.  

Tentunya sebagai seorang muslim perlu mengetahui makanan yang kita makan diridhoi oleh Allah SWT. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (baik). Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: “Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS 23:51)”. Dan Allah juga berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu (QS 2:172)”. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangasegala nnya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?” (HR. Muslim no. 1015).

Semoga Allah senantiasa mempermudah langkah kita untuk terus belajar memperdalam Islam agar tetap berada dalam lindungan-Nya. Sampai jumpa di pengajian Manis berikutnya :D. 

Pengajian Manis Desember 2018
Pengajian Manis di Kediaman Mbak Detty